Author : Afwan Kurniawan   , Novie Ayub Windarko, Dimas Okky A.
ABSTRAK

Dalam penggunaanya sebagai penyimpanan energi listrik, terdapat beberapa hal yang dapat membuat umur baterai ( life time) menjadi lebih singkat dan mengalami degradasi kapasitas. Salah satu cara untuk membuat baterai lebih tahan lama dan memperlambat degradasi kemampuan baterai adalah dengan menggunakan Battery Management System (BMS). Pada proyek akhir ini akan digunakan BMS untuk menghitung, memonitor, menyimpan, dan mengontrol parameter-parameter baterai sehingga terhindar dari overcharge dan overdischarge. Pada proses monitoring BMS akan mengambil data arus dan tegangan. Data parameter tersebut akan dihitung agar didapatkan nilai Ah dan State Of Charge ( SOC ). Pada proyek akhir ini digunakan metode Artificial Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) untuk menghitung SOC. Dari penelitian yang telah dilakukan pada saat kondisi charging SOC yang muncul naik seiring dengan kenaikan tegangan dan Ah, pada kondisi awal tegangan baterai yaitu 6.79 V, Ah bernilai 0.37 Ah,dan SOC bernilai 15,2% dan pada akhir proses charging nilai tegangan baterai yaitu 7.93 V, Ah bernilai 1.48 Ah, dan SOC menjadi 60.5%. Pada saat dilakukan discharging nilai SOC menurun seiring dengan penurunan tegangan dan Ah baterai, pada kondisi awal nilai tegangan baterai yaitu 7.71 V, Ah bernilai 2.07 Ah, dan SOC bernilai 80% dan pada akhir proses discharging nilai tegangan yaitu 6.38 V, Ah bernilai 0.65 Ah, dan SOC menjadi 39%

[DOWNLOAD ABSTRACT]