Author : Yogha Satria Laksana   , Yahya Chusna Arief, Endro Wahjono
ABSTRAK

Susu sapi penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan gizi yang lengkap dan seimbang namun di sisi lain kandungan gizi yang tinggi ini merupakan media yang disukai mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang sehingga dalam waktu yang sangat singkat susu sapi mudah rusak atau daya simpan susu menjadi singkat. Untuk meminimalisasi kerusakan susu tersebut kita dapat menanggulangi dengan melakukan pasteurisasi. Pasteurisasi dengan alat ini dilakukan dengan cara pemanasan dengan sumber panas berasal dari heater yang dikontrol dengan metode kontrol logika fuzzy dan disuplai tegangan secara terkontrol oleh rangkaian AC-AC voltage controlled yang penyulutannya dilakukan oleh rangkaian TCA785. Terdapat sebuah sensor suhu LM35 waterproof yang terdapat di dalam wadah pemanas dan terkoneksi dengan mikrokontroler ARM STM32F407VG untuk monitoring dan pengontrolan suhu susu konstan pada suhu 64ËšC di dalam wadah pemanas. Proyek akhir yang dirancang sesuai metode pasteurisasi Low Temperature Long Time (LTLT) ini dimana suhu susu dijaga antara 63ËšC - 66ËšC dengan waktu selama 30 menit menghasilkan susu dengan jumlah bakteri atau TPC sebesar 3,9x10^1 cfu/mL sedangkan jika menggunakan cara konvensional dimana suhu dan waktu yang tidak terkontrol menghasilkan susu dengan TPC sebesar 1,4x10^4 cfu/mL. Hasil tersebut menunjukkan penggunaan alat pada proses pasteurisasi ini dapat mengurangi secara signifikan jumlah bakteri sehingga otomatis meningkatkan daya simpan susu karena berdasarkan standar yang telah diatur oleh SNI No. 01-3951-1995 bahwa produk susu pasteurisasi maksimal TPC sebesar 3x10^4 cfu/mL.

[DOWNLOAD ABSTRACT]