Author : Muhammad Andyk Maulana   , Dedid Cahya Happyanto, Sritrusta Sukaridhoto, Ali Husein Alasiry
ABSTRAK

Teknologi yang ada pada kendaraan saat ini berkembang pesat, dimana kendaraan sudah memiliki kemampuan menyimpan data riwayat kendaraan dari pertama kali sampai terakhir kali digunakan. Teknologi tersebut bernama Electronic Control Unit (ECU) dan ECU ini terhubung dengan On-Board Diagnostic (OBD) dan Malfunction Indicator Lamp (MIL). Dengan memanfaatkan OBD sebagai Scan Tools, mobil dapat menampilkan data monitoring dan dapat melakukan diagnostik kendaraan sendiri (self diagnostic). Karena sistem monitoring ini dirancang berbasis Internet of Things (IoT), artinya sudah diintegrasikan pada kendaraan dengan perangkat sensor yang digunakan untuk keperluan pemantauan dan dikirimkan ke pusat data. Berdasarkan IoT references model, teknologi ini memiliki komponen antara lain: sensor fisik, konektivitas, edge computing, data akumulasi, data abstraksi, visualisasi, dan kolaborasi. Sensor yang digunakan berupa On Board Diagnostic (OBD2), dan Global Positioning System (GPS). Komunikasi data (konektivitas) pada sistem ini menggunakan wireless maupun wired. Data dari sensor tersebut diolah oleh Raspberry Pi (sebagai mini PC) dikirimkan ke VPS / Virtual Private Server (sebagai data center) melalui protokol MQTT-Socket.IO (sebagai edge computing dan data abstraksi) dan ditampilkan pada LCD berupa GUI. Data yang sudah diterima dari pusat data disimpan di database (sebagai data akumulasi) serta dikirimkan ke user agar dapat ditampilkan dan visualisasi data berupa grafik maupun peta melalui perangkat smart phone.

[DOWNLOAD ABSTRACT]