Author : Muhammad Yanuar Risqi Fadhilah   , Joke Pratilastiarso
ABSTRAK

Kontribusi minyak pada tahun 2015 terhadap bauran energi primer masih cukup tinggi sekitar 42%. Dari total pasokan minyak tahun 2015, 70% digunakan oleh sektor transportasi. Fakta lain menunjukkan bahwa produksi minyak bumi selama 10 tahun terakhir menurun dari 800.000 bph menjadi 690.000 bph tahun 2015. Upaya penghematan dan konservasi energi sangat diperlukan guna mendukung ketercapaian pembangunan berkelanjutan bidang energi. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah memanfaatkan gas H2 dari generator HHO tipe wet cell. Generator HHO tipe wet cell merupakan alat yang digunakan untuk menguraikan air (H2O) menjadi gas hidrogen (H2) dan oksigen (O2) dengan elektroda yang tercelup pada larutan elektrolit. Gas hidrogen sebagai gas hasil elektrolisis yang mempunyai sifat mudah terbakar, mengakibatkan gas ini menguntungkan jika dimanfaatkan sebagai campuran udara dalam proses pembakaran motor bakar. Penelitian ini dilakukan menggunakan motor bakar 4 langkah dengan volume silinder 120 cc, reservoir generator berukuran 20 x 10 x 20 cm, plat elektroda menggunakan SS304 setebal 1 mm ukuran 15 x 15 cm sejumlah 16 buah, katalis berupa NaOH, KOH, Mg(OH)2, dan Ba(OH)2 dengan konsentrasi 1, 3, 5, 7, dan 9 g/l. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa performa generator HHO paling bagus menggunakan katalis KOH konsentrasi 7 g/l. Dengan penambahan tersebut, didapatkan nilai performa generator yakni daya elektrolisis 169,2 W, laju produksi gas H2 5,69 x 10-7 kg/s dan efisiensi generator HHO 47,69%. Nilai performa motor bakar yakni torsi naik 14,05%, Daya Poros 23,88%, tekanan efektif rata – rata naik 14,05%, efisiensi thermal naik 48,69% dan sfc turun 35,29%. Sedangkan nilai emisi gas buang yakni CO turun 8,02 %, CO2 turun 5,72% dan HC turun 4,01 %.

[DOWNLOAD ABSTRACT]