Author : Bagus Isnaeni Rifqy   , Eru Puspita, Firman Arifin
ABSTRAK

Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Salah satu polutan yang terkandung dalam udara adalah gas Karbon Monoksida (CO). Gas CO ini merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa namun sangat berbahaya. Melihat dampak yang ditimbulkan ini maka dibuatlah alat ukur pencemaran gas Karbon Monoksida. Dalam perkembangannya alat ini telah banyak beredar di pasaran, namun masih sebatas pemantauan saja, untuk itu di lakukan pengembangan dengan menerapkan teknologi web server, yang mana dengan menerapkan teknologi web server, maka data hasil pemantauan dapat di simpan dan dikelola lebih mudah oleh semua masyarakat dari berbagai device hanya dengan jaringan internet. Alat ini merupakan alat portabel yang terdiri dari sensor MQ-7 sebagai sensor gas CO, mikrokontroler sebagai kontrolnya, dan modul GPRS untuk mengirim data ke web server melalui koneksi internet. Semua alat ini dijadikan dalam 1 kotak pengemas. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan selama 1 jam, diketahui bahwa pencemaran udara yang terjadi di dekat jalan raya cenderung lebih meningkat dengan tingkat pencemaran sebesar 3.75 ppm dibandingkan pencemaran pada daerah perumahan yaitu sebesar 0.63 ppm. meningkatnya pencemaran pada jalan raya disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor yang menghasilkan polutan gas Karbon Monoksida.

[DOWNLOAD ABSTRACT]