Author : Wahyu Kurniawan Arbi   , Eru Puspita, Taufiqurrahman
ABSTRAK

Listrik merupakan kebutuhan utama bagi wilayah yang perekonomiannya sedang tumbuh. Permintaan terhadap energi listrik pun semakin hari semakin meningkat kurang lebih sebesar 6% setiap tahunnya. Namun rasio elektrifikasi Indonesia per tahun 2014 hanya 84.35%, atau masih terdapat 15.65% masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan suplai listrik (ESDM, 2015). Oleh karena itu, pada tugas akhir ini akan memberikan inovasi teknologi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Inovasinya adalah alat ini mampu mengkonversi dua energi yang dihasilkan oleh matahari menjadi energi listrik, yaitu energi foton dan energi panas. Energi foton matahari akan dimanfaatkan melalui oleh solar cell. Sedangkan energi panas matahari akan dikonsentrasikan di satu titik dengan lensa fresnel kemudian dimanfaatkan oleh thermoelectric generator untuk menghasilkan energi listrik. Karena energi listrik yang dihasilkan solar panel sekitar 10-20volt dan tegangan thermoelectric generator 2-4volt maka di perlukan rangkaian boost converter agar tegangan output menjadi 28.8volt dan 5volt. Untuk menjaga tegangan output konstan maka diberikan kontrol melalui PWM (Pulse Widht Modulation) dengan feedback sensor tegangan. Sistem solar panel ini dapat digunakan untuk mengisi baterai berkapasitas 24volt 7.2 AH dengan tegangan charging 28.8 volt. Arus pengisian baterai 24volt 7.2 Ah mencapai 0.78 A hingga turun menjadi 0.2 A. Sedangkan, sistem thermoelectric generator dapat digunakan untuk mengisi baterai berkapasitas 3.7volt 2000mAH dengan tegangan charging 5volt. Arus pengisian mencapai 0.8mAh.Selain, besifat stand alone, alat ini juga ramah lingkungan karena hanya menggunakan energi dari matahari sebagai sumbernya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]