Author : Rio Tedy Pamungkas   , Eru Puspita, Rika Rokhana, Ronny Susetyoko
ABSTRAK

Energi merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan bagi manusia. Penggunaan energi di berbagai negara masih menggunakan berbahan fosil, seperti minyak bumi. Salah satu sumber minyak nabati yang sangat prospektif adalah berasal dari biji jarak karena memiliki kandungan minyak yang tinggi yakni sekitar 30% - 50%. Untuk mengolah biji jarak menjadi minyak nabati, perlu dilakukan proses pengukusan agar tidak pecah saat dilakukan penggilingan dan pengeringan untuk mengurangi kandungan air. Maka perlu dibuat sebuah sistem pengukus dan pengering biji jarak guna menghasilkan biji jarak kering sebagai bahan pembuatan energi alternatif. Pengukusan dilakukan dengan memanaskan air dengan menggunakan heater. Pengeringan dilakukan dengan menggunakan udara panas yang masuk dalam ruang pemanas. Pengontrolan suhu perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan suhu pada ruang pengering. Sensor rtd PT100 digunakan mendeteksi nilai suhu pada ruang pemanas, dengan pembacaan sensor baik dengan nilai error rata-rata sebesar 0.6 %. Sistem dapat mencapai settingpoint selama 10 – 15 menit. Pengeringan dilakukan dengan nilai settingpoint suhu sebesar 50 oC, 60 oC dan 70 oC dengan kecepatan aliran udara 3 m/s. Hasil pengeringan suhu 70 oC dihasilkan pengeringan yang baik yaitu menghasilkan kadar air biji jarak sebesar 7.7 % selama 2 jam 20 menit.

[DOWNLOAD ABSTRACT]