Author : Titis Octary Satrio   , Arna Fariza
ABSTRAK

Indonesia merupakan negara yang termasuk ke dalam Ring Of Fire (Cincin Api Pasifik). Kenyataan ini dapat dilihat dengat terdapatnya 129 gunung berapi yang masih aktif dan 10 diantaranya dinyatakan yang paling aktif. Gunung Kelud merupakan salah satu dari 10 gunung tersebut. Erupsi Gunung Kelud sangat sulit untuk diprediksi dan bias meletus kapan saja. Kesiapsiagaan warga sebagai upaya pencegahan dan mitigasi bencana sangat diperlukan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Kelud di masa mendatang. Namun pada peta KRB tingkat risiko berdasarkan aliran dan jatuhan material vulkanik tanpa melihat faktor lain yang dirasa juga penting menurut PERKA. Adapun tujuan penelitian pada karya ilmiah ini yaitu menentukan tingkat risiko menentukan, menampilkan dan memetakan tingkat risiko tiap desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Kelud di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar untuk mitigasi dan penanganan yang tepat pada tiap wilayah. Aplikasi ini mengajukan perhitungan dengan logika fuzzy untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan pendekatan dari Peraturan Kepala (PERKA) BNPB No. 2 Tahun 2012. Adapun pendekatan yang memengaruhi meliputi ancaman, kerentanan dan kapasitas. Pendekatan tersebut dijadikan sebagai faktor penentu apakah daerah tersebut masuk dalam tingkat risiko rendah, sedang atau tinggi.

[DOWNLOAD ABSTRACT]