Author : M, Addin Al hakim   , Legowo Sulistijono, Eru Puspita
ABSTRAK

Tempe pada proses pembuatannya sangat sederhana namun memerlukan waktu yang cukup lama. Waktu proses ini berlangsung dari sebelum sampai sesudah menjadi tempe yang siap untuk dipasarkan. Pada proses pembuatan tempe tersebut terdapat proses yang harus memerlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan tenaga yang ekstra, yaitu proses pemecah dan pemisah biji kedelai. Hal yang terjadi di lapangan proses pemecah dan pemisah biji kedelai menggunakan cara manual dengan memanfaatkan tenaga manusia. Banyak dari pengusaha tempe yang mengeluhkan proses terseebut salah satunya adalah pengusaha tempe di desa tanjungkalang milik bapak Pandi. Maka dari itu saya memberika solusi untuk permasalahan di atas dengan membuat mesin pemecah dan pemisah biji kedelai yang pengusaha tempe tidak perlu lagi berkerja ekstra pada proses ini. Mesin ini nantinya akan menyatukan 2 buah proses dan ada box yang berisi tombol tombol dan LCD. Mesin ini menggunakan metode sekuensial yaitu dengan hanya menekan tombol maka mesin ini akan berkerja secara berurutan dari proses pemecahan lalu pemisahan hingga di dapatkan 2 keluaran yaitu biji kedelai yang telah bersih dan ampas biji kedelai yang nantinya ampas tersebut dapat di jadikan untuk tambahan nutrisi untuk pakan ternak. dan mesin ini dapat di pilih, pihak user menginginkan untuk memproses 1, 2, 4, 6, 8, 10, 12, dan 15Kg. Pada setiap pilihan Kg kedelai yang di proses maka timer atau waktu yang di gunakan akan berbeda- beda, di harapkan dengan adanya alat ini akan dapat meringankan beban para pengusaha tempe, terkhusus di desa tanjungkalang. Pada mesin ini meningkatkan performa produksi tempe dengan peningkatan 40% untuk biji yang terpecah sempurna. Hal ini berdampak pada tingkat produksi tempe semakin meningkat.

[DOWNLOAD ABSTRACT]