Author : Ginaris Ajeng Penggalih   , Aries Pratiarso, Yoedy Moegiharto
ABSTRAK

Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) merupakan modulasi multicarrier yang menyajikan efisiensi spektrum yang tinggi, kebal terhadap multipath delay, rendah Inter-symbol Interference (ISI), resistan terhadap frequency selective fading serta efisiensi daya yang tinggi. Namun, salah satu kekurangan teknik ini adalah nilai Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) yang tinggi. PAPR merupakan perbandingan daya puncak dengan daya rata-rata sinyal OFDM. Nilai PAPR yang tinggi dapat menimbulkan distorsi tak linier pada penguat daya transmisi OFDM yang mengakibatkan subcarrier tidak lagi orthogonal dan pada akhirnya menurunkan performasi OFDM. Sehingga, perlu teknik reduksi nilai PAPR untuk mencegah terjadinya distorsi tersebut. Beberapa teknik reduksi PAPR antara lain Tone Reservation, dan Partial Transmit Sequence. Pengujian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai PAPR yang telah direduksi melalui kurva CCDF dengan beberapa parameter diantaranya adalah jumlah subcarrier (512), jumlah subblock (4 dan 8), jumlah antena pemancar MIMO (2 dan 4), jenis modulasi (16-QAM) dan jumlah simbol maksimum yang dibangkitkan (100000 simbol). Hasil menunjukkan bahwa teknik hybrid memiliki pengurangan nilai PAPR lebih besar dibandingkan tekik PTS saja atau TR saja, selain itu pada jumlah subblobk 8 lebih baik daripada subblock 4, teknik hybrid pada jumlah antenna pemancar 2 lebih baik daripada jumlah antena pemancar 4, dan teknik hybrid pada jumlah reserved tone ¼ subcarrier lebih baik daripada reserved tone ½ subcarrier.

[DOWNLOAD ABSTRACT]