Author : Muhammad Udhi Ardiaksa   , Yahya Chusna Arief, Ony Asrarul Qudsi
ABSTRAK

Pengangkutan bahan dengan belt conveyor merupakan salah satu cara yang paling cepat dan sederhana untuk proses pencampuran bahan dengan komposisi tertentu. Dalam operasinya banyak sistem pengumpan material untuk pencampuran bahan yang diterapkan di Indonesia masih menggunakan volumetric feeding yang mengumpankan material berdasarkan takaran volume tertentu sebelum di umpankan ke proses selanjutnya. Proses ini tentu tidak efisien dan mengurangi kontinuitas serta kepresisian sistem secara keseluruhan. Untuk itu dibutuhkan gravimetric feeding yang dikemas dalam bentuk weigh feeder, sistem pengumpan material yang kecepatan belt conveyor-nya diatur pada berat material terukur per meter untuk mencapai laju umpan yang ditentukan oleh pengguna.. Sinyal SPWM dimodulasikan untuk mengatur kecepatan motor induksi 1 fasa yang terpasang pada belt conveyor. Modulasi SPWM yang menggunakan metode Hybrid PID plus Fuzzy diharapkan dapat meningkatkan performansi respon transien dan keadaan stabil sistem jika dibandingkan dengan metode konvensional PID yang sering diterapkan dalam pengaturan motor induksi 1 fasa. Dari hasil pengujian feed rate control dengan beban konstan terdapat error kondisi steady yang nilainya mencapai 4.6 %. Error kondisi steady ini juga dipengaruhi oleh error pembacaan sensor berat saat mekanik berjalan yang nilainya mencapai 12%. Pada pengujian pengaturan kecepatan dengan beban mekanik 0.466 Nm, nilai steady state error dari respon steady kontrol PID mencapai 2.1974 % sedangkan nilai steady state error pada respon steady kontrol Hybrid PID plus Fuzzy mencapai 2% berbeda 0.1974%. Hal ini menunjukan performa kontrol Hybrid PID plus Fuzzy yang lebih baik dari kontrol PID pada parameter error keadaan tunak jika diberi gangguan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]