Author : Aqidah Ahya Nurlaily   , Irianto, Epyk Sunarno
ABSTRAK

Eceng gondok adalah tanaman yang dapat dimanfaatan untuk pembuatan berbagai jenis kerajinan tangan, seperti tas, sandal, souvenir, dan mebel yang memiliki nilai seni yang tinggi. Pada proses pembuatan kerajinan eceng gondok ini, yang perlu diperhatikan adalah proses pengeringannya. Selama ini, proses pengeringan eceng gondok masih menggunakan metode konvensional, yaitu menggunakan energi matahari yang bergantung pada kondisi cuaca. Pengeringan dengan cara konvensional ini membutuhkan waktu yang relatif lama, yaitu 7-10 hari. Sehingga dirancanglah alat pengering eceng gondok yang tidak tergantung pada cuaca dan dapat dikontrol menggunakan sensor suhu dan sensor berat sesuai set point yang diinginkan. Alat pengering eceng gondok ini menggunakan heater, blower, dan Exhaust Fan. Heater berfungsi untuk menghasilkan panas di dalam ruang pengering, blower berfungsi untuk menyebarkan udara panas tersebut, dan Exhaust Fan berfungsi untuk mengeluarkan udara sisa di dalam ruang pengeringan. Pengontrol dari mesin pengering ini adalah Mikrokontroller ATMega 16 dengan kontrol PI metode Tuning Controller Chien Regulator I dengan Kp =4,55 dan Ki= 0,3 dengan waktu pencapaian suhu set point selama 7 menit dan Tuning Controller Chien Servo I dengan Kp=2,65 dan Ki=0,156 yang belum mencapai set point. Pembacaan suhu pada alat pengering ini dilakukan oleh sensor LM 35. Pengeringan eceng gondok dengan alat pengering yang dibuat ini memerlukan waktu yang lebih singkat daripada dengan menggunakan pengeringan metode konvensional, yaitu sekitar 12 jam dengan suhu konstan 60ᵒC. Dengan alat pengering ini untuk mengeringkan 30 eceng gondok dengan berat awal sekitar 500 gram akan menjadi eceng gondok kering dengan berat ±60 gram. Berdasarkan hasil uji laboratorium, hasil pengeringan eceng gondok menggunakan alat pengering ini memiliki kadar serat, air, dan abu yang dapat dikatakan cukup baik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]