SISTEM PREVENTIF DEMAM BERDARAH (DBD) BERDASARKAN SOP DINAS KESEHATAN DI KABUPATEN JEMBER
ABSTRAK
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih saja menjadi salah satu penyakit endemis di Indonesia karena angka kesakitan yang terus cenderung meningkat serta penyebaranya yang tidak dapat diprediksi. Salah satu wilayah yang menjadi daerah endemik dan jumlah penderita DBD terbanyak adalah Kabupaten Jember dengan 199 kasus (Kementerian Kesehatan RI, 2015). Pada Tahun 2015 di daerah Jember Kota (Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang) terdapat 15 orang meninggal akibat kasus DBD (Dinkes Jember, 2016). Faktor – faktor yang mempengaruhi penyebaran DBD adalah Curah Hujan (CH) dan Hari Hujan (HH) sebagai faktor iklim. Faktor – faktor lain adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) dan House Index (HI) sebagai pertumbuhan vektor penyakit seperti nyamuk Aedes Aegypti. Serta faktor lingkungan seperti sekolah, pasar, Fayankes, dan pondok pesantren juga menjadi pengaruh terhadap penularan dari penyakit DBD. Upaya pencegahan (preventif) yang berjalan saat ini adalah pemeriksaan jentik (ABJ dan HI) yang dilakukan secara berkala sebanyak minimal 10 rumah setiap kelurahan pada Hari Jumat yang disetor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Jember oleh kader . Namun upaya preventif tersebut tidak berjalan efektif sehingga KLB terhadap penyakit DBD belum dapat ditanggulangi. Oleh karena itu Perlu dibuatkan Sistem Preventif yang mengembangkan metode Fuzzy untuk menghasilkan potensi DBD. Berdasarkan hasil dari perhitungan Fuzzy diketahui potensi DBD tinggi di kecamatan Kabupaten Jember yang diimplementasikan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) lalu dikembangkan dalam analisa data spasial untuk memperoleh pola penyebaran dari faktor lingkungan seperti : Fayankes, pasar, dan pondok pesantren. Terdapat 31 kecamatan sebagai data pengujian yang dilakukan perhitungan Fuzzy didapatkan 8 data yang tidak sesuai dan 23 data yang sesuai sehingga menghasilkan akurasi data sebesar 75% untuk menentukan potensi DBD di wilayah Kabupaten Jember. Dari perhitungan Fuzzy yang menghasilkan potensi DBD tinggi di wilayah Kabupaten Jember ditentukan titik penyebaran terhadap Fayankes, pasar, dan pondok pesantren untuk diketahui pola penyebarannya.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer