Author : Tsaqifah Alfiana Ardaningtyas   , I Gede Puja Astawa, Hendy Briantoro
ABSTRAK

MIMO (Multiple-input Multiple-Output) merupakan sistem yang memiliki lebih dari satu antenna pada sisi transmitter dan receivernya dengan tujuan untuk menaikkan bit rate, namun pada sistem MIMO ini membutuhkan konsumsi Bandwidth yang sangat besar. Untuk menekan kebutuhan Bandwidth tersebut dapat mengkombinasikan antara MIMO-OFDM. Kombinasi antara MIMO dan OFDM membutuhkan konsumsi daya yang besar sehingga diperlukan teknik Single RF (radio frequency) yang berfungsi untuk meminimalkan jumlah terminal RF front end. Selain itu pada sistem MIMO-OFDM ini digunakan algoritma deteksi VBLAST untuk penerimaan sistem MIMO yang diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya ISI (intersymbol interference). Pada tugas akhir ini akan dibuktikan melalui sebuah simulasi dan analisa terhadap sistem kerja OFDM pada antenna jamak berbasis Single RF menggunakan detector V-BLAST MMSE. Pada sisi transmitter digunakan convolutional code dengan rate ½ untuk mengkodekan data dan di sisi receiver digunakan Viterbi hard decoding untuk mengkodekan kembali, untuk modulasinya digunakan modulasi 64 QAM dan untuk estimasi kanalnya digunakan MMSE (Minimum Mean Square Error). Dari hasil simulasi yang telah dilakukan diketahui bahwa teknik kanal estimasi MMSE memiliki kinerja paling bagus ketika digunakan bersama dengan detector MMSE dibuktikan dengan selisih antara kanal ideal dan kanal simulasi hanya 1.7 dB dan untuk penggunaan kode konvolusi rate ½ tidak bisa memperbaiki kinerja dari detector yang digunakan karena selisih SNR antara kurva dengan dan tanpa kode konvolusi hanya 3.5 dB tidak sampai menaikkan nilai BER simulasi sistem. Dan untuk kinerja dari detector VBLAST MMSE diketahui memiliki kinerja yang sangat bagus dibandingkan dengan detector MMSE dan Zero Forcing, dibuktikan dengan ketika SNR 15 dB detector VBLAST MMSE mampu mencapai BER 10-5 sedangkan MMSE mencapai 10-3 dan untuk detector Zero Forcing hanya mencapai 10-2 saja.

[DOWNLOAD ABSTRACT]