Author : Sholihah Ayu Wulandari   , Tri Budi Santoso
ABSTRAK

Pada Proyek Akhir ini telah dilakukan evaluasi kinerja Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) dengan modulasi adaptif dan analisa pengaruhnya terhadap Bit Error Rate (BER) pada kanal Additive White Gaussian Noise (AWGN). Modulasi adaptif yang digunakan tergantung pada umpan balik yang diberikan sesuai dengan nilai Signal to Noise Ratio (SNR) yang diterima. Jenis modulasi yang digunakan adalah modulasi Binary phase-shift keying (BPSK), Quadrature phase-shift keying (QPSK) dan 16-Quadrature Amplitude Modulation (16-QAM). Jenis modulasi adaptif yang digunakan adalah Non uniform Modulation. Tiga jenis teknik modulasi tersebut digunakan untuk menyusun non-uniform modulation pada sistem OFDM. Proses transmisi dilakukan dengan mengirimkan 10 bit menggunakan 16-QAM, 10 bit menggunakan QPSK, dan 20 bit menggunakan BPSK. Setiap skema modulasi dirancang untuk nilai BER 10-3. Pada penggunaan modulasi adaptif ini memiliki data rate yang tinggi dan error rate yang rendah, sehingga lebih baik dari modulasi BPSK, QPSK, dan 16-QAM. Sistem adaptif mampu mengirimkan 240000 bit, sedangkan bila dikirim hanya dengan BPSK saja hanya mengirimkan 120000 bit, QPSK mampu mengirimkan 240000 bit dan 16-QAM mampu mengirimkan lebih banyak bit sejumlah 480000. Hasilnya memang menunjukkan bahwa 16-QAM merupakan jenis modulasi yang mampu mengirimkan bit paling banyak, tetapi perlu diperhitungkan pula besar error rate dari tiap modulasi. BPSK memiliki error rate yang paling baik dibandingkan modulasi lainnya. Pada sistem adaptif mampu mengirimkan banyak bit secara efisien karena memiliki error rate yang lebih rendah dibandingkan dengan modulasi lainnya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]