Author : Arif Widiatmoko   , Amang Sudarsono, Rahardhita Widyatra Sudibyo
ABSTRAK

Stres merupakan respon yang dialami oleh setiap kalangan umur, terutama pada usia dewasa dimana pada usia ini seseorang dituntut untuk produktif. Stress dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Jika seseorang mengalami stres, maka tubuh akan melakukan reaksi untuk merespon penyebab stres. Reaksi yang dialami diantaranya detak jantung meningkat, tekanan darah naik, pernafasan menjadi cepat, dan telapak tangan akan mengeluarkan keringat dingin. Sistem pengukur level stres pada manusia merupakan sistem yang digunakan untuk mengukur seberapa tinggi level kejenuhan dan ketegangan pada manusia dengan memperhitungkan suhu tubuh dalam satuan derajat celcius dengan menggunakan Body Temperature sensor , tekanan darah dalam satuan mmHg(milimeter Hemoglobin) dengan menggunakan Blood Pressure sensor, Galvanic Skin Resistance yang mendeteksi konduktivitas kulit hasil resistasi kulit dari dua jari tangan dan detak jantung dalam satuan beat per minute dengan menggunakan Pulse and Oxygen in Blood sensor(SPO2). Sistem ini menggunakan Wireless Body Area Network (WBAN) yang mengirimkan data dari setiap sensor tersebut melalui media nirkabel(wireless) ke data center yang melalui suatu gateway. Data yang disimpan kemudian diproses agar menghasilkan satu output yang menunjukan kondisi dari stress seseorang. Terdapat beberapa level kondisi yang dapat dilihat user melalui mobile. Dapat terukur kondisi pasien dengan keluaran tingkat stres adalah tegang dengan nilai fuzzy 80.49% .

[DOWNLOAD ABSTRACT]