Author : Suwandi Effendi   , Bambang Sumantri
ABSTRAK

PT.PJB UBJO&M Tanjung Awar-Awar memiliki unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Batubara merupakan bahan bakar utama yang digunakan untuk pembakaran di furnace pada boiler. Boiler adalah salah satu bagian pada unit pembangkit yang berperan dalam proses pembakaran dan pembentukan uap. Siklus yang terjadi pada boiler meliputi siklus air, udara dan bahan bakar. Siklus air berupa feedwater akan masuk kedalam pipa-pipa waterwall boiler hingga menuju steam drum, sedangkan batubara akan ditransfer oleh coal feeder dan digerus oleh pulvelizer kemudian dihembuskan oleh udara transport menuju ke ruang furnace pada boiler. Coal feeder adalah peralatan berfungsi untuk mengatur laju aliran batubara yang masuk ke pulvelizer sesuai dengan pembebanan unit pembangkit. Pengaturan jumlah aliran batubara sangat berkaitan dengan perubahan nilai mega watt (MW) beban unit yang diminta konsumen. Sistem kontrol yang baik mampu menjaga kondisi beban unit dan menghindari adanya gangguan saat terjadinya perubahan beban. Sistem kontrol coal feeder sangat berperan dalam hal tersebut, konsumsi batubara dapat dimonitoring melalui coal feeder dan dioperasikan sesuai kebutuhan pembebaban unit. Dalam sistem kontrol coal feeder terdapat beberapa troubleshooting yang sering terjadi, seperti sensor speed coal feeder misaligment, setpoint coal feeder dari distributted control system (DCS) tidak sesuai dengan feedback dan flow coal feeder hunting.

[DOWNLOAD ABSTRACT]