Author : Erwin Dwi Rendrahadi   , Ainur Rofiq, Rusiana
ABSTRAK

Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasakan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 38-39oC dan kelembaban optimal yaitu 60%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang ada di pasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Dengan memperhatikan lebih banyak faktor seharusnya akan menghasilkan daya tetas telur yang lebih besar. Untuk alasan tersebut maka dibuat suatu mesin tetas yang dilengkapi alat kontrol temperatur dan kelembaban yang akurat. Untuk mewujudkan sistem tersebut diperlukan pemilihan sensor dan mikrokontroler yang tepat karena 2 hal tersebut memberi dampak yang besar terhadap kualitas mesin tersebut.Sensor kelembaban dan temperatur SHT 11 memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan mikrokontroler yang menjadi otak kontroler ini yaitu pada mikrokontroler ARM. Untuk pemanas alat telur digunakan 2 buah lampu dengan daya 5 Watt dan juga dilengkapi dengan fan untuk sirkulasi udara. Pengaturan suhu ruangan penetas telur mengimplementasikan metode kontrol logika Fuzzy. Pemutaran rak telur pada alat ini dengan bantuan motor DC 24V untuk memindahkan kedudukan tray di dalam mesin penetas telur agar terjadi perubahan sudut 45° dengan waktu yang ditetapkan secara bergantian,untuk perpindahan tray dilakukan 6 kali sehari agar suhu dapat terjaga konstan 38°-39°C.

[DOWNLOAD ABSTRACT]