Author : Rizal Aziz   , Akuwan Saleh, Rahardhita Widyatra Sudibyo
ABSTRAK

Informasi yang ada pada objek koleksi museum merupakan tambahan wawasan dan pengetahuan baru bagi para pengunjung. Namun metode penyampaian informasi di beberapa museum di Indonesia yang ada saat ini dirasa masih memiliki keterbatasan pada kuantitas informasi dan jumlah tenaga pemandu museum. Oleh karena itu dirasa perlu untuk membuat sebuah sistem berbasis komponen elektronika untuk menutupi keterbatasan tersebut. Sistem yang dibuat memiliki konsep dimana informasi tentang suatu objek akan disampaikan dalam bentuk suara secara otomatis saat seorang pengunjung melakukan pengamatan terhadap objek tersebut. Karakteristik Line-of-sight dari infrared link digunakan sebagai dasar dari sistem pemandu otomatis ini. Rangkaian pemancar infrared yang diletakkan pada objek museum akan memancarkan data tertentu secara kontinyu. Sedangkan rangkaian penerima data infrared dan audio player diletakkan di sisi pengunjung. Sehingga saat pengunjung melakukan pengamatan, kondisi Line-of-sight dari infrared link akan terpenuhi. Pada kondisi Line-of-sight tersebut, data yang dipancarkan oleh rangkaian pemancar infrared dapat diterima oleh rangkaian penerima data infrared dan menjadi pemicu bagi mikrokontroler untuk memainkan informasi suara yang berkesesuaian dengan objek yang sedang diamati. Pengujian yang dilakukan pada sistem ini meliputi kesesuaian informasi suara yang disampaikan dengan objek yang diamati, jarak minimum dan maksimum pengamatan pengunjung, sudut pengamatan pengunjung serta jarak antar objek yang diperbolehkan. Posisi ideal pengamatan seorang pengunjung terhadap objek museum melalui sistem ini adalah pada jarak pengamatan 30 cm dengan jarak antar objek 30 cm.

[DOWNLOAD ABSTRACT]