Author : Muhammad Arsyad   , Amang Sudarsono, Ahmad Zainudin
ABSTRAK

Pada era saat ini, dunia membutuhkan jaringan internet sebagai saranan komunikasi dan informasi yang digunakan setiap hari. Kita tahu bahwa saat ini pengguna internet semakin meningkat daripada pengguna layanan komunikasi dengan tarif reguler. Di Indonesia masih banyak daerah yang masih belum tercover oleh BTS khususnya untuk daerah pelosok pedesaan. Permasalahan ini menunjang untuk melakukan penelitian bagaimana mengatasi masalah jaringan komunikasi yang kurang pada daerah tertentu. Jika diamati dari faktor geografis, daerah pelosok pedesaan masih memilik kondisi kurang baik sehingga menyebabkan terjadinya packet loss yang mengakibatkan pengiriman ulang paket data menuju destinasi sehingga pengiriman data tersebut dapat dikatakan redundance. Pada proses pengiriman data juga diperlukan adanya keamanan agar sistem komunikasi tersebut dapat dikatakan terjaga privasi dan integritasnya. Delay Tolerance Network merupakan sistem jaringan yang cocok diaplikasikan untuk daerah pelosok pedesaan dimana masih belum tercover oleh BTS atau masih belum bisa mengakses internet untuk mendapatkan informasi dari dunia luar. Dalam jaringan DTN akan di implementasikan aplikasi sebagai sarana komunikasi dalam bentuk file. Algoritma keamanan data AES dan SHA diimplementasikan untuk meningkatkan keamanan dalam proses pengiriman informasi pada infrastruktur Delay Tolerance Network Hasil pada proyek akhir ini dapat disimpulkan bahwa sistem Delay Tolerance Network merupakan sistem jaringan yang memberikan toleransi terhadap nilai delay yang sangat tinggi. Dibuktikan dengan pengujian pengiriman data dengan nilai delay rata – rata sebesar 1,104 detik. Terbukti bahwa pada nilai delay yang besar sekalipun, proses pengiriman data tetap berjalan secara normal. Proses pengiriman data juga diimplementasikan dengan algoritma AES dan SHA untuk keamanan data. Data asli tidak dapat terlihat ketika MiTM menggunakan wireshark untuk mengetahui isi dari pesan yang terkirim. Proses enkripsi untuk penggunaan panjang kunci yang berbeda akan berpengaruh terhadap waktu proses dari enkripsi. Untuk penggunaan panjang key 128 bit dengan ukuran data sebesar 10Mb memiliki waktu 4,884 detik. Untuk penggunaan key 256 bit dengan ukuran data 10 Mb memiliki waktu 6,811 detik

[DOWNLOAD ABSTRACT]