Author : Bagas Mardiasyah Prakoso   , Amang Sudarsono, Ahmad Zainudin
ABSTRAK

Pelayanan kesehatan yang inovatif memanfaatkan kemampuan internet menjadi pelayanan yang lebih efesien termasuk diagnosis, konsultasi kesehatan dan pertukaran rekam jejak medis jarak jauh. Fokus utama dalam komunikasi jarak jauh dengan pertimbangan seperti infrastruktur, biaya dan letak kondisi geografis dipedesaan yang sulit terjangkau. Untuk memperbaiki kendala tersebut, Delay Tolerant Network (DTN) merupakan solusi komunikasi untuk komunikasi data pada interminttent area yang menyediakan model komunikasi store-carry-forward bertumpu pada mobilitas node untuk mentransfer data antar node dimana TCP/IP tidak mampu menangani konektivitas dengan delay yang tinggi. Melihat data medis merupakan privasi dari setiap pasien maka sebelum data medis dikirim melalui jaringan DTN data medis diberikan suatu keamanan data dengan menggunakan metode Advanced Encryption Standard (AES). Metode yang dibuat dengan membentuk aplikasi pengiriman data medis dengan interface untuk memudahkan proses pengiriman data dan keamanan. Pada proyek akhir dilakukan pengukuran jaringan Quality of Service (QoS) dari infrastruktur DTN2 dengan menggunakan static routing pada topologi 2-hop. Parameter QoS yang digunakan adalah latency dan throughput. Pada sisi keamanan dilakukan pengujian ketepatan enkripsi dan dekripsi serta waktu komputasi dari file yang diberi keamanan. Dari hasil pengujian jaringan DTN terlihat bahwa untuk parameter latency menggunakan routing static memiliki performa 539,11 ms dan untuk parameter throughput memiliki rata-rata 0,47 Mbps untuk pengiriman dengan ukuran 1MB-5MB untuk topologi 2-hop. Sedangkan waktu komputasi keamanan tidak lebih dari 0,4 ms sehingga sistem keamanan tidak mengganggu kerja aplikasi.

[DOWNLOAD ABSTRACT]