Author : Latif Nurohman Bayu Nugroho   , Endah Suryawati Ningrum, Eko Budi Utomo
ABSTRAK

Semakin meningkatnya tingkat kecelakaan di jalan raya, baik itu kecelakaan tunggal maupun kecelakaan antara satu kendaraan dengan kendaraan yang lain. Ketika terjadi kecelakaan maka polisi akan melakukan rekonstruksi untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan. Data yang di himpun oleh polisi adalah hanya data eksternal atau data yang berasal dari sekitar lokasi kecelakaan dengan bantuan beberapa saksi. Namun kecelakaan tidak hanya dari faktor eksternal, tapi bisa jadi dari faktor internal misalnya: ban selip, kecepatan terlalu tinggi mengakibatkan kecelakaan tunggal serta faktor internal lainnya. Namun seiring perkembangan teknologi maka data internal kendaraan saat pada terjadi kecelakaan juga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan saat melakukan rekonstruksi kecelakaan. Alasan di atas yang melatar belakangi pembuatan sensor fusion pada kendaraan bermotor. Data input yang berupa sensor akan di pasang dan diproses oleh mikrokontroler pada kendaraan bermotor untuk merekam dan memonitoring data pergerakan kendaraan bermotor. Selanjutnya, output akan berupa kumpulan data-data dari berbagai sensor dan akan di olah untuk merekonstruksi pergerakan atau aktifitas kendaraan bermotor. Dari data sensor-sensor tersebut dapat digunakan untuk merekonstruksi ulang pergerakan kendaraan bermotor pada GUI (Graphic User Interface). Besaran error yang terdapat pada setiap sensor yaitu 2% untuk kompas dan 3% untuk IMU, dan GPS masih mempunyai error sejumlah 4.7 meter. Sistem akan mendeteksi kecelakaan yang terjadi pada sepeda motor. Ketika terjadi kecelakaan, data yang terukur akan mengalami perbedaan yang signifikan dari 175 m/s^2 ke 25 m/s^2. Dengan setting gravity sebesar 2g, sistem akan mampu mendeteksi kecelakaan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]