Author : Tri Agus Setiawan   , Moch. Rochmad, Santi Anggraeni, Rika Rokhana
ABSTRAK

Proses pengairan pada tanaman padi merupakan salah satu proses pengairan sawah yang selalu menggunakan banyak air yang berlebih. Dalam setiap pengairannya sering terjadi pengguanan air yang berlebih sehingga ketika musim kemarau panjang petani sering kekurang air untuk pengairan sawahnya, dari permasalahan tersebut ditemukanlah sebuah metode sederhana yaitu system Pengairan Basah Kering (PBK) yang berfungsi membantu petani menghemat air saat pengairan sawah terutama pada saat pengairan padi, prinsip dari PBK adalah memonitor kedalaman air dengan menggunakan alat bantu berupa pipa. Setelah lahan sawah diairi, kedalaman air akan menurun secara gradual. Ketika kedalaman air mencapai 15 cm di bawah permukaan tanah, lahan sawah kembali diairi sampai ketinggian sekitar 5 cm. Dalam proyek akhir ini akan membuat sebuah Monitoring system Pengairan Basah Kering (PBK) yang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan petani dalam memonitoring proses Pengairan Basah Kering (PBK), sehingga petani tidak perlu terus menerus datang ke sawah untuk memeriksa keadaan saat pengairan, data ketinggian permukaan air diukur dengan sensor ultrasonic yang memiliki rata-rata error pengambilan data sebesar 01.03% dan dalam alat ini dilengkapi dengan sensor tegangan yang memilki rata-rata error 00.81% yang digunakan untuk memonitor penggunaan bateray dari alat ini, dari ke 2 data tersebut akan diolah oleh mikrokontroller untuk diteruskan dan dikirim lewat SMS gateway dan akan diterima langsung oleh ponsel petani. Dari data yang didapat dari system PBK akan memberikan action untuk menghidupkan atau mematikan pompa air secara otomatis.

[DOWNLOAD ABSTRACT]