Author : Mochammad Choirur Roziqin   , Achmad Basuki, Tri Harsono
ABSTRAK

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akut yang secara klinis dapat menyebabkan kematian, menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jember karena belum adanya sistem prediksi untuk estimasi kasus DBD maka dari tahun ke tahun kasus DBD akan semakin tinggi. Dalam pengambilan data original DBD di daerah Jember yang berguna sebagai data historis untuk dilakukan prediksi, peneliti menggunakan teknik pengambilan data parsial, hal ini menyebabkan terjadinya data missing. Untuk membuat data sekunder ini bisa dilakukan menuju proses prediksi perlu dilakukan missing imputation dengan menggunakan metode montecarlo dengan empat cara pengacakan yang berbeda, kemudian dilakukan uji normal data dengan chi square setelah itu dilanjutkan ke tahap regresi linier, eksponensial, kuadratik, linier montecarlo dan polynomial dinamis. Untuk mengukur kesalahan peramalan menggunakan MSE (Mean Square Error). Hasil MSE terkecil dari kelima regresi merupakan model regresi terbaik untuk memprediksi dan hasil prediksi mencapai tingkat error 1%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]