Author : Aditya Satriya Raharja   , Madyono, Kemalasari
ABSTRAK

Secara konvensional, masyarakat menggunakan teknik pengetukan pada buah melon untuk mengukur tingkat kematangan melon selain mencium aroma buahnya. Metode ini sebenarnya merupakan metode yang kurang baik karena pemukulan yang terlalu keras atau berlebihan dapat merusak buah melon itu sendiri. Ketukan yang terdengar dari buah melon bervariasi sesuai dengan tingkat kematangannya. Buah melon yang mentah cenderung tidak memiliki rongga di dalamnya. Seiring dengan masaknya buah melon, rongga dalam buah akan terbentuk sehingga melon akan menghasilkan suara yang lebih nyaring dibandingkan dengan buah melon yang mentah. Terinspirasi dari metode konvensional, tergagaslah pembuatan alat pengukur tingkat kematangan buah melon dengan metode akustik yang sama-sama memanfaatkan suara dari ketukan yang diberikan pada buah melon pada proyek akhir ini. Ketukan dihasilkan secara manual dengan kontak secara langsung pada buah, suara yang dihasilkan oleh ketukan pada melon akan ditangkap oleh sensor suara yang kemudian akan dibandingkan dengan referensi sehingga dapat diketahui tingkat kematangan dari buah melon itu sendiri dimana tingkat kematangan mentah memiliki range persentase amplitudo diatas 80%, setengah matang dengan range persentase amplitudo diantara 60-80%, dan matang dengan range persentase amplitudo dibawah 60%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]