RANCANG BANGUN OTOMATISASI ALAT PENETAS TELUR AYAM BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16 DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR SHT 11
ABSTRAK
Dalam penetasan telur, temperature dan kelembaban udara merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasakan referensi, temperatur optimal dalam mesin penetetas yaitu 37-39 ºC dengan kelembaban optimal yaitu 52% – 55%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang ada dipasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur dalam penetasan telur. Sensor kelembaban dan temperatur SHT 11 memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan mikrokontroler yang menjadi otak kontroler ini jatuh pada Atmel ATMega16 yang memiliki performa dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan ATMega8 maupun ATMega8535. Dalam pengaturan pemanas inkubatornya, digunakan 2 buah lampu dengan daya 10 Watt. Ruangan inkubator juga dilengkapi sirkulasi udara. Pada desain kontroler yang sesuai dengan ruang inkubator modern yang dilengkapi mekanisme pembalik telur secara otomatis memberi kemudahan dalam pengoperasian mesin penetas telur ini. Mesin tetas yang memiliki kapasitas maksimal 100 butir ini telah diuji coba untuk menetaskan telur ayam sebanyak 80 butir dan telah menghasilkan prosentase keberhasilan 88,75%, sedangkan mesin tetas secara konvensional yang digunakan sebagai pembanding memiliki prosentase keberhasilan sebesar 71,25%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer