Author : Achmad Toriq Afandi   , Setiawardhana, Sigit Wasista
ABSTRAK

Pencampuran warna cat secara manual apabila dikembangkan menjadi suatu alat pencampuran warna yang sesungguhnya merupakan suatu peralatan yang sangat dibutuhkan oleh pengusaha yang berada dibidang proses pencampuran warna, contohnya pengusaha cat. Alat pencampur cat ini berfungsi sebagai alat yang mencampurkan beberapa warna pokok subtraktif menjadi warna baru dengan berbagai macam warna. Alat pencampur yang sudah ada rata-rata masih menggunakan proses pencampuran secara manual. Pada dasarnya prinsip kerja dari alat pencampur warna cat yaitu terdapat empat warna pokok pada tabung yaitu cyan, magenta, yellow, dan key (black), serta disediakan warna putih sebagai warna dasar dari proses pencampuran warna. Terdapat kamera input dan output yang membaca nilai warna red, green, dan blue dan di konversikan ke nilai cyan, magenta, yellow, dan key(black). Nilai cyan, magenta, yellow, dan key (black) merupakan nilai set point atau nilai input untuk mengontrol putaran motor yang digunakan untuk mengatur tekanan pada tabung warna sehingga didapatkan volume dari warna yang keluar. Dari warna yang keluar akan dicampur dan dibaca nilai warnanya menggunakan kamera output sebagai nilai output yang sudah di konversikan ke dalam nilai cyan, magenta, yellow, dan key(black) untuk dibandingkan dengan nilai set point dengan menggunakan metode Euclidean distance sehingga didapatkan nilai error yang digunakan untuk mengatur volume warna yang keluar. Dari hasil nilai error warna akan didapatkan dan diharapkan mendapatkan hasil warna yang sama dengan warna input. Hasil pengujian yang dilakukan yaitu jarak error warna antara input dan output <50 pada masing-masing pigmen warna. Error warna secara keseluruhan warna output tidak berbeda jauh dengan warna referensi atau warna input. Perbedaan hasil pembacan warna terpengaruh oleh tingkat intensitas cahaya.

[DOWNLOAD ABSTRACT]