MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY BAGI ANAK TUNA RUNGU: CERITA AKTIVITAS SEHARI-HARI
ABSTRAK
Kemampuan bicara dan bahasa anak tuna rungu berbeda dengan anak pada umumnya. Hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan kemampuan mendengar, meskipun sudah tersedia alat bantu pendengaran, namun alat ini bekerja kurang maksimal. Permasalahan utama pada anak tuna rungu terutama saat masuk usia sekolah (6-8 tahun) adalah mengenai perbendaharaan kata. Dalam usia itu anak normal pada umumnya sudah mampu membaca, baik dalam 1 kata maupun menyambungkan beberapa kata menjadi sebuah kalimat. Berbeda dengan anak tuna rungu, kemampuan membaca dan memahami kalimat sangat kurang sehingga perlu media pembelajaran tambahan. Teknologi Augmented Reality dengan metode markerless saat ini menjadi salah satu bentuk media pembelajaran yang marak digunakan karena menarik dan praktis. Pada penelitian ini dibuat aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality bagi anak tuna rungu untuk memperkaya kosakata guna belajar menulis dan membaca. Kemampuan anak tuna rungu lebih cenderung ke arah visual, maka melalui aplikasi ini akan ditampilkan sebuah animasi objek 3D yang akan merepresentasikan suatu kalimat. Sehingga, dalam proses belajar mengenal kalimat dan membaca siswa penderita tuna rungu akan terangsang lebih cepat. Sistem ini telah melewati pengujian tingkat efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality terhadap 12 siswa sekolha dasar tuna rungu yang terdiri dari 5 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil pengujian membuktikan bahwa tingkat efektivitas saplikasi ARDeaf sebesar 88%.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer