Author : Rafika Nilasari Handoko   , Riyanto Sigit, Adnan Rachmat Anom Besari
ABSTRAK

Kemampuan bicara dan bahasa anak tuna rungu berbeda dengan anak pada umumnya. Hal ini disebabkan karena perkembangan bahasa dan bicara berkaitan erat dengan kemampuan mendengar, meskipun sudah tersedia alat bantu pendengaran, namun alat ini bekerja kurang maksimal. Permasalahan utama pada anak tuna rungu terutama saat masuk usia sekolah (6-8 tahun) adalah mengenai perbendaharaan kata. Dalam usia itu anak normal pada umumnya sudah mampu membaca, baik dalam 1 kata maupun menyambungkan beberapa kata menjadi sebuah kalimat. Berbeda dengan anak tuna rungu, kemampuan membaca dan memahami kalimat sangat kurang sehingga perlu media pembelajaran tambahan. Teknologi Augmented Reality dengan metode markerless saat ini menjadi salah satu bentuk media pembelajaran yang marak digunakan karena menarik dan praktis. Pada penelitian ini dibuat aplikasi pembelajaran berbasis Augmented Reality bagi anak tuna rungu untuk memperkaya kosakata guna belajar menulis dan membaca. Kemampuan anak tuna rungu lebih cenderung ke arah visual, maka melalui aplikasi ini akan ditampilkan sebuah animasi objek 3D yang akan merepresentasikan suatu kalimat. Sehingga, dalam proses belajar mengenal kalimat dan membaca siswa penderita tuna rungu akan terangsang lebih cepat. Sistem ini telah melewati pengujian tingkat efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality terhadap 12 siswa sekolha dasar tuna rungu yang terdiri dari 5 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Hasil pengujian membuktikan bahwa tingkat efektivitas saplikasi ARDeaf sebesar 88%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]