Author : Kevin Prima Pambudi   , Amang Sudarsono, Ahmad Zainudin
ABSTRAK

Delay Tolerant Network (DTN) merupakan solusi untuk komunikasi data pada intermittent area dimana link antara sumber dan tujuan tidak selalu tersedia, delay yang tinggi dan lingkungan dengan mobilitas dan obstacle yang padat dimana TCP/IP tidak mampu menanganinya karena memerlukan konektifitas yang selalu tersedia antar node yang sedang berkomunikasi. DTN yang menggunakan bundle protocol menerapkan aturan store dan forward dalam pengiriman data/bundle. Jika link terhubung maka node akan meneruskan bundle, sedangkan jika link terputus, maka node akan menyimpan bundle pada media penyimpanan bundle. Untuk meminimalisir delay bundle dalam jaringan, digunakan suatu algoritma routing untuk menentukan rute terbaik bagi bundle sampai ke tujuan. Sehingga dengan meminimalisir delay, akan memperkecil kemungkinan paket terbuang dan membuat trafik jaringan tidak padat. Pada proyek akhir ini dilakukan pengukuran Quality of Service (QoS) dari DTN2 yang dikombinasikan dengan algoritma routing Minimum Estimated Expected Delay (MEED) pada topologi 2-hop, 3-hop, dan 4-hop. Parameter QoS yang digunakan adalah latency, delay, dan throughput. Hasil pengukuran akan dibandingkan dengan algoritma routing dinamis standar dari DTN2 berbasis duplikasi yaitu Flood. Pengujian yang dilakukan berupa pengiriman file sebesar 200 KB hingga 1 MB. Dari hasil pengujian terlihat bahwa untuk parameter latency, routing MEED memiliki performa 97.16 ms lebih unggul dibandingkan routing Flood. Sedangkan untuk throughput, routing MEED lebih tinggi sebesar 0.27 Mbps dibanding routing Flood pada topologi 2-hop.

[DOWNLOAD ABSTRACT]