Author : Moh Hasan Lutfi   , Akhmad Hendriawan, Ronny Susetyoko
ABSTRAK

Bencana alam merupakanbencana yang tidak bisa diprediksi tempat, waktu, serta skala kerusakannya. Namun pada bencana gempa bumi, apabila terjadi gempa bumi dengan guncangan diatas 6,0 Skala Richter, makadapat mengakibatkan kehancuran pada bangunanserta dapat menimbulkan korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan ataupun sejenisnya. Hal ini tentunya akan mempersulit proses evakuasi oleh tim penyelamat dikarenakan reruntuhan-reruntuhan yang sulit untuk ditelusuri, dan jika dipaksakan untuk masuk kedalam reruntuhan maka akan sangat beresiko bagi tim penyelamat itu sendiri.[1]Oleh karena itu, pada Tugas Akhir ini dibuat suatu prototipemobile robotyang dapat digunakan untuk mencarikorbanreruntuhan. Mobile robot dilengkapi dengan beberapa sensor diantaranya sensor kompas untuk mengetahui arah dari mobile robot, sensor rotary encoder untuk mengetahui jarak yang ditempuh, sensor kamera untuk mengetahui keadaan sekitar mobile robot, dan sensor suhu infrared yang digunakan untuk mengetahui kondisi dari korban. Selain itu,mobile robotjuga dapat dikontrol dari jarak jauh dengan komunikasi telemetri data radio 433MHz dengan interface remot kontrol GUI dari laptop. Prinsip kerja alat ini yaitu saat mobile robot dinyalakan, maka mobile robot akan terhubung dengan telemetri data radio yang ada di laptop. Setelah terhubung dan dapat berkomunikasi, maka mobile robot dapat dijalankan melalui remot kontrol dengan perintah maju, mundur, belok kanan, belok kiri, serta dapat menggerakan kamera ke arah samping kanan, kiri, atas, dan bawah. Berdasarkan hasil pengujian, penerapan sensor kompas padamobile robot memiliki tingkat keakuratan yang cukup baik dengan nilai rata-rata error pada pembacaan di raspberry sebesar 1,73%. Pada sensor suhu MLX90614, sensor dapat membaca data dengan baik pada jarak ±5cm, dengan suhu minimal 0°C dan suhu maksimal 50°C. Serta pada hasil pengukuran jarak tempuh dari mobile robot terdapat error yang cukup tinggi yakni sekitar 21% pada lintasan biasa, 30% pada lintasan bebatuan kecil, dan 33% pada lintasan licin. Nilai error ini membuat mobile robotdapat dikatakan kurang bagus jika digunakan untukmembuat track dari medan yang telah dilalui olehmobile robot.

[DOWNLOAD ABSTRACT]