Author : Alrizka Dika Soetanto   , Legowo Sulistijono, Ratna Adil
ABSTRAK

Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Dari pencemaran udara tersebut dapat menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan masalah ini, maka dibuat Proyek Akhir ini dengan tujuan untuk membuat penetralisir kadar debu dan karbon monoksida dengan mendeteksi kadar kandungan karbon monoksida dalam ruangan yang kemudian udara dalam ruangan tersebut disaring melalui filter Hepa dan karbon aktif. Prinsip kerja rancang bangun pengurangan kadar karbon monoksida dalam ruangan berbasis filter Hepa dan karbon aktif ini adalah ketika sensor Gas MQ-7 mendeteksi adanya gas karbon monoksida di dalam ruangan, maka sensor akan memberikan data ADC kepada mikrokontroler. Kemudian data ADC dikonversi menjadi satuan ppm dan ditampilkan melalui LCD 16 x 2. Lalu pada tampilan LCD dapat diketahui jumlah kadar gas CO pada ruangan (ppm) dengan adanya keterangan bahwa udara dalam ruangan masih baik pada kadar <25 ppm. Ketika keadaan udara dalam ruangan menjadi tidak baik, mikrokontroler akan mengaktifkan kipas yang akan menghisap udara untuk masuk ke ruangan ionizer berupa filter hepa dan karbon aktif. Filter hepa dan karbon aktif inilah yang bertindak sebagai ioniser dan berfungsi mengurangi kadar CO dalam ruangan tersebut. Dari hasil pengujian sensor gas MQ-7, diperoleh hubungan antara ppm dengan tegangan pada sensor yaitu: ppm= (28,264 x Vout) + 103,25. Untuk hasil perbandingan kalibrasi sensor gas MQ-7 dengan alat pendeteksi CO yang ada di UPTK3, diperoleh nilai keberhasilan (akurasi) pada sensor sebesar 97,26%. Serta dari pengujian integrasi keseluruhan sistem, didapatkan waktu pada ionizer untuk mengembalikan kondisi udara pada keadaan normal (<25 ppm) dari nilai maksimal ppm sebesar 326 ppm adalah sekitar ±15 menit.

[DOWNLOAD ABSTRACT]