Author : Wahana Angga Primaditya   , Irianto, Sutedjo
ABSTRAK

Udang rebon memiliki manfaat dan kandungan gizi yang banyak bagi tubuh. Kandungan gizi udang rebon sangat baik, dengan kadar protein yang tinggi. Karbohidrat, fosfor, lemak, dan juga mineral lainnya juga banyak ditemukan pada udang rebon. Namun, udang rebon dalam kondisi basah hanya mampu bertahan 3x24 jam. Jika dalam kondisi kering maka udang rebon masih layak dikonsumsi sampai 2 bulan. Oleh sebab itu dilakukan proses pengeringan yang bertujuan untuk mengurangi kadar air. Pengeringan tradisional dilakukan dengan menjemur udang rebon selama kurang lebih 8 jam jika cuaca cerah. Jika dalam cuaca mendung atau bahkan hujan maka proses pengeringan lebih lama. Masalah lain adalah kebersihan udang rebon yang dikeringkan secara konvensional kurang karena proses pengeringan dilakukan di tempat terbuka yang memungkinkan dihinggapi debu, lalat atau kotoran-kotoran lain. Solusi dari permasalahan ini adalah merancang pembuatan alat pengering udang rebon dengan menggunakan kontrol PI dan memanfaatkan heater sebagai sumber panas alternatif. Pada Proyek Akhir ini dilakukan pengaturan temperatur dan pengukuran kadar air udang rebon yang dilihat dari berat udang rebon. Suhu pengeringan konstan sesuai set point suhu yang diinginkan yaitu 70ºC. Pengeringan udang rebon dengan cara konvensional menghasilkan kadar air udang rebon kering sebesar 21,6%[1],, sedangkan pengeringan dengan alat pengering menghasilkan udang rebon kering dengan kadar air sekitar 15,95%. Dengan kandungan gizi yang dihasilkan tidak jauh berbeda, kadar protein dan lemak yang terkandung adalah 62,12% untuk protein dan 3,04% untuk lemak.

[DOWNLOAD ABSTRACT]