Author : Divi Aziz Islamiaddin   , Endro Wahjono, Suhariningsih
ABSTRAK

Telur memiliki kelemahan yaitu sifatnya yang mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu, salah satu usaha untuk mempertahankan kualitas telur adalah dengan melakukan metode pengawetan pada telur. Salah satu metode dari pengawetan telur, agar telur bisa bertahan cukup lama atau awet adalah menggunakan metode pengasinan telur dengan menggunakan bahan alami seperti garam. Umumnya telur yang dipakai adalah telur bebek, telur ini lazim disebut telur asin. Dengan metode atau cara ini, telur akan dapat bertahan hingga mencapai 7 hari. Pada proyek akhir ini dikembangkan pengaturan kecepatan motor DC berbasis mikrokontroller. Mikrokontroller digunakan sebagai piranti untuk membangkitkan pulsa PWM untuk rangkaian buck konverter selain itu mikrokontroller ini juga terhubung dengan rangkaian pembacaan kecepatan putaran motor DC. Pembacaan parameter ini diperlukan untuk melihat performa kerja dari dari rangkaian buck konverter. Performa kerja ini tergantung dari jumlah telur yang dimasukkan pada alat pencuci telur asin sehingga mempengaruhi kerja motor. Oleh karena itu digunakan PI kontroler untuk mengendalikan kestabilan keluaran dari rangkaian buck konverter agar sesuai set point. Set poin yang ditentukan yaitu kecepatan putaran motor sebesar 30 Rpm.

[DOWNLOAD ABSTRACT]