Author : Mochamad Fajar Ramadhan   , Ferry Astika Saputra, Fadilah Fahrul Hardiansyah
ABSTRAK

Di Indonesia sudah banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mulai menggunakan data center sebagai tempat penyimpanan data perusahaan mereka. Banyak sekali manfaat dalam menyewa data center dalam penghematan biaya pengeluaran suatu perusahaan, contohnya seperti dihindarinya biaya untuk belanja server, daya dan pendinginan, ruang lantai, dan juga admin server dikarenakan semua peralatan dan juga perawatan server itu ditanggung oleh perusahaan penyedia layanan data center. Konsumsi listrik server data center tidak selalu stabil, bisa naik dan turun tergantung dari proses yang sedang dijalankan pada rak server tersebut. Jika arus listrik dari rak server yang disewa melebihi batas pemakaian arus listrik sesuai dengan perjanjian sewa dengan penyedia layanan data center, maka akan dikenakan biaya tambahan untuk kelebihan pemakaian arus listrik tersebut. Namun, tidak ada aplikasi yang digunakan untuk transparansi pemakaian arus dari rak server yang disewa dan juga denda yang harus dibayar, sehingga tidak ada bukti fisik yang bisa ditujukan kepada pelanggan untuk dikenai tagihan denda pemakaian arus listrik lebih dari rak server yang disewa, tentu saja kasus ini sangat merugikan pihak penyedia layanan data center. Dengan semakin banyaknya pengguna smartphone iOS saat ini, dapat dibuat sebuah aplikasi berbasis mobile yang dapat menampilkan transparansi pemakaian arus dari rak server yang disewa dan juga denda yang harus dibayar. Dengan aplikasi yang bernama Power Monitoring System (PMS) ini, pelanggan data center dapat mengecek pemakaian arus dari rak server yang disewanya dan juga mengetahui rincian denda yang harus dibayar melalui smartphone iOS. Aplikasi ini dapat membantu proses transparansi kepada pelanggan data center. Power Monitoring System (PMS) dapat memonitoring dari mana saja asalkan terkoneksi dengan internet.

[DOWNLOAD ABSTRACT]