Author : Rizki Ayu Purnamasari   , Riyanto Sigit, Fernando Ardila
ABSTRAK

Alat bantu teknologi untuk penyandang disabilitas kini mulai banyak dikembangkan. Salah satunya adalah alat bantu komunikasi untuk tunawicara. Pada penelitian ini diterapkanlah teknologi sensor flex dan mobile android untuk alat bantu tunawicara. Sensor flex digunakan sebagai pembaca gerak atau tekukan setiap jari yang merepresentasikan bahasa isyarat. Bahasa isyarat yang diterjemahkan menerapkan aturan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), dimana dalam penggunaannya hanya satu tangan saja yaitu tangan kanan. Selain pembatasan mengenai aturan, huruf yang diterjemahkan hanyalah huruf dengan gesture yang tidak bergerak. Jadi huruf J dan Z tidak diterjemahkan dalam sistem ini. Sensor ini akan dipasang di setiap ruas jari, sehingga dirancanglah sebuah cyberglove atau sarung tangan sensor agar mudah digunakan. Data masukan berasal dari sensor Flex yang berupa resistansi. Data masukan yang telah didapatkan akan diterjemahkan melalui mikrokontroler dan selanjutnya akan dikirim ke smartphone melalui modul bluetooth. Proses pengenalan menggunakan euclidiean distance dan metode perceptron. Prosentase keberhasilan menggunakan euclidiean distance dan perceptron dalam sistem ini adalah sama, yaitu 33.33%. Keluaran dari sistem ini adalah berupa teks dan suara.

[DOWNLOAD ABSTRACT]