Author : Putra Septian Permana   , Novie Ayub Windarko, Eka Prasetyono
ABSTRAK

Kebutuhan akan energi terus meningkat dari waktu kewaktu. Banyak renewable energy mulai digunakan oleh masyarakat umum, salah satunya adalah solar cell, namun energi ini bukan menjadi pilihan utama karena berbagai kekurangan dari solar cell. Permasalahannya yang menjadi pertimbangan adalah kontinyuitas penyaluran daya dan efisiensi pada solar cell. Sehingga pengguna solar cell perlu mempertimbangkan suatu cara yang mampu meminimalisir kekurangannya. Sistem hibrid yang dibangun membantu solar cell menaggung kekurangan daya dalam mensuplai suatu beban. Sistem hibrid dua sumber terdiri dari energi solar cell dan PLN. Pada bagian solar cell diberikan kontrol maximum power point tracking dan pada bagian PLN digunakan fuzzy logic controller, kedua algoritma tersebut akan ditanamkan pada mikrokontroller STM32f407VG. Beban yang digunakan adalah baterai 28,8V/7,2AH dengan target charging sebesar 2A. MPPT berhasil mendapatkan daya 61,3W dari daya maksimal solar cell 62W. FLC yang dirancang berhasil mencapai set point dalam waktu kurang dari 1 detik dan eror present value terbesar adalah 3,31% dari set point. Set point algoritma FLC didapatkan dari 2A dikurangi arus output boost konverter solar cell. Sistem tetap mampu mencharging dengan 2A meskipun solar cell pada kondisi yang tidak efektif lagi untuk menghasilkan arus charging 2A. Nilai present value arus hibrid adalah 2,07A, sehingga terdapat eror ±3,4%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]