Author : Dewo Sakarum   , Teguh Hady Ariwibowo
ABSTRAK

Air Preheater (APH) merupakan komponen pendukung dalam PLTU yang berfungsi sebagai pemanasan awal (preheater) pada saat pembakaran di dalam ruang bakar. Salah satu parameter yang mempengaruhi besarnya efektivitas pada rotary air preheater adalah kecepatan rotasi rotor. Untuk mengetahui pengaruh besarnya kecepatan rotasi rotor terhadap performansi rotary air preheater digunakan metode secara eksperimen dan metode ε-NTU. Variasi dilakukan pada kecepatan rotasi 6 RPM, 9 RPM, 12 RPM, 15 RPM, 18 RPM dan pada C* 0,64 ; 0,78 ; 0,84. Dari lima variasi yang dilakukan menunjukkan bahwa secara eksperimen efektivitas tertinggi yaitu sebesar 0,8182 terjadi pada kecepatan rotasi 18 RPM, sementara saat menggunakan metode ε-NTU efektivitas tertinggi yaitu sebesar 0,4235 terjadi pada kecepatan rotasi 15 RPM. Efektifitas tertinggi ini diperoleh pada C* 0,64. Sedangkan untuk nilai rate of heat recovery didapatkan hasil bahwa secara eksperimen dan menggunakan metode ε-NTU nilai rate of heat recovery tertinggi yaitu pada 18 RPM dan C* 0,84. Dengan menggunakan metode ε-NTU rate of heat recovery tertinggi yaitu sebesar 1,433 KW sedangkan menggunakan metode eksperimen rate of heat recovery tertinggi yaitu sebesar 3,137 KW. Adanya perbedaan hasil secara eksperimen dan metode ε-NTU dikarenakan adanya kebocoran (leakage) dan penentuan nilai koefisien konveksi yang kurang sesuai.

[DOWNLOAD ABSTRACT]