Author : Muhammad Ainur Rofiq   , Erik Tridianto
ABSTRAK

Energi matahari merupakan energi terbesar di planet bumi. Konversi energi matahari menjadi energi lain (Energi Listrik) masih sedikit pengembangannya. Solar updraft tower adalah alat konversi energi matahari memanfaatkan panas matahari untuk diubah menjadi energi kinetik melalui media kolektor. Kolektor sebagai media penangkap radiasi matahari terdiri dari beberapa bagian diantaranya: Penyerap panas (Absorber), penutup dan kerangka. Penelitian solar updraft tower ini untuk bertujuan mengetahui perpindahan panas konveksi dan penurunan tekanan udara didalam kolektor. Solar updraft tower yang dibuat memiliki dimensi, Tinggi Tower : 2 m, Diameter Tower : 2 inch, Luasan Kolektor (Absorber) : 1 m2 dan tinggi kolektor luar : 0,1 m. Adapun tinggi kolektor yang divariasikan adalah 0,15 m, 0,1 m, 0,05 m. Pengujian dilakukan menggunakan energi matahari. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur temperatur plat kolektor (T1), temperatur udara kolektor (T2), temperatur udara sisi masukan tower (T3), temperatur udara keluaran tower (T4 ), temperatur lingkungan (T∞), Kecepatan yang dihasilkan solar updraft tower (V1) pada setiap variasi tinggi kolektor, dan kecepatan lingkungan (V∞) disekitar kolektor. Untuk pengukuran intensitas matahari G (W/m2), mengikuti hasil pengukuran Stasiun Meteorologi BMKG Perak, Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan nilai kalor konveksi pada kolektor tiap variasi tinggi kolektor yang ditandai dengan kecepatan tower aktual yang terukur. Nilai rata–rata intensitas matahari sebesar 1412,31 Watt/m2 dengan hasil tertinggi kalor konveksi diperoleh pada variasi tinggi kolektor 0,05 m sebesar 360,4 Watt dengan ∆P antara kolektor dan inlet tower sebesar 0,027 Pa, untuk kalor yang mampu diserap udara 21,62 Watt dengan kecepatan udara terukur sebesar 0,9 m/s.

[DOWNLOAD ABSTRACT]