Author : Wildan Tajudin Alhijri   , Teguh Hady Ariwibowo
ABSTRAK

Pemanasan awal udara pembakaran boiler menjadi keharusan guna meningkatkan efisiensi boiler. Pada PLTU, pemanasan dilakukan oleh rotary air preheater yang memanfaatkan kalor yang terdapat pada gas buang pembakaran. Salah satu faktor yang memperngaruhi efektifitas rotary air preheater adalah sudut seal. Dalam studi eksperimental ini, rotary air preheater yang digunakan memiliki diameter 505 mm dengan kedalaman matriks 200 mm. Matriks yang digunakan berjenis plat fin dengan bentuk segitiga dan berbahan dasar aluminium dengan kalor spesifik 1,01652 kj/kg.K. Pengubahan sudut seal dilakukan pada aliran udara dingin dengan nilai 0° hingga 120°, sedangkan sudut seal pada aliran udara panas ditetapkan 30° untuk menjaga nilai (hA)* berada antara 0,25 hingga 4. Kecepatan udara yang memasuki rotary air preheater berkisar 0,47 m/s hingga 1,12 m/s dengan nilai Cr* 7,5; 13,6; dan 18,5. Temperatur udara panas dan dingin yang memasuki rotary air preheater adalah 50°C dan 29°C. Dengan variabel yang telah ditentukan, didapatkan perubahan nilai efektifitas dan laju perpindahan kalor pada tiap perubahan nilai sudut seal. Sudut seal dengan nilai 30° pada aliran udara dingin dan panas memiliki nilai efektifitas dan laju perpindahan panas tertinggi, yaitu 0,857 dan 2,453 kW. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan seal dapat mengurangi faktor kebocoran yang terjadi. Pada nilai Cr* 7,5 memiliki laju perpindahan kalor tertinggi dibandingkan dengan nilai Cr* 13,6 dan 18,5. Hal tersebut dikarenakan pada Cr* 7,5 kecepatan udara yang memasuki rotary air preheater lebih tinggi dari pada Cr* 13,6 dan 18,5. Kecepatan udara yang tinggi menyebabkan turbulensi dan memperbanyak partikel udara yang bersentuhan secara langsung dengan permukaan penukar kalor.

[DOWNLOAD ABSTRACT]