SISTEM PENILAIAN KERENTANAN TANAH UNTUK MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KABUPATEN PONOROGO MENGGUNAKAN AHP
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik utama dunia yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, sehingga rawan terjadi bencana pergerakan tanah seperti tanah longsor. Meskipun tanah longsor terjadi secara berulang dan menyebabkan banyak kerugian, upaya pencegahan dan mitigasi bencana yang dilakukan selama ini masih berlangsung secara spontan dan tidak ada perencanaan sebelumnya. Penelitian ini mengajukan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan daerah rawan longsor dan Natural Breaks untuk mengelompokkan tingkat kerentanan longsor. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kerentanan longsor meliputi curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lahan dan jenis tanah. Hasil analisa divalidasi menggunakan data titik longsor yang ada dari Dinas PU Kab. Ponorogo dengan tingkat akurasi mencapai 75.8%, dan uji Pearson’s Chi-squared menunjukkan hasil klasifikasi kelas kerentanan longsor dinyatakan valid. Hasil akhir diperoleh peta rawan longsor yang berguna untuk pencegahan bahaya longsor, mitigasi bencana, perencanaan dan konstruksi di masa yang akan datang.
[DOWNLOAD ABSTRACT]Kategori
D3 Teknik ElektronikaD3 Teknik Telekomunikasi
D3 Teknik Elektro Industri
D3 Teknik Informatika
D3 Teknologi Multimedia Broadcasting
D4 Teknik Elektronika
D4 Teknik Telekomunikasi
D4 Teknik Elektro Industri
D4 Teknik Informatika
D4 Teknik Mekatronika
D4 Teknik Komputer
D4 Teknik Teknologi Game
S2 Teknik Elektro
S2 Teknik Informatika dan Komputer