Author : Agam Arif Hidayat   , Santi Anggraeni, Reesa Akbar
ABSTRAK

Transmisi gear merupakan proses pemindahan gear untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan berdasarkan perbedaan kombinasi gear yang ada. Pada sepeda,proses transmisi gear dilakukan oleh deraileur yang dikendalikan oleh shifter yang saling terhubung dengan sebuah kabel Bowden atau kabel sling.. Sudut putar lengan deraileur merupakan komponen berperan dalam transmisi gear ini. Pada sistem transmisi gear konvensional, perubahan sudut tersebut dikendalikan dengan cara menarik kabel sling yang saling terhubung antara deraileur dan shifter. Jadi dapat dikatakan perubahan transmisi gear dihasilkan dari pergerakan sudut lengan deraileur karena tarikan kabel sling beberapa cm oleh shifter. Nilai maksimum dan minimum dari sudut lengan deraileur berbeda. Jika deraileur belakang bergerak dari 0° hingga 65° dengan 6 step gerakan sedangkan deraileur depan dari sudut 0° hingga 45° dengan 3 step gerakan Pada transmisi gear elektrik, penggunaan kabel sling dihilangkan dan diganti dengan sebuah motor untuk menggerakkan lengan deraileur.. System transmisi ini lebih mudah baik dalam penggunaan maupun dalam proses pemasangan dan perawatan. Namun harga dari model transmisi ini masih sangat mahal. Sehubungan dengan masalah tersebut maka dibuatlah sebuah sistem transmisi gear elektronik untuk monitoring kelelahan berdasarkan dua sensor yaitu akselerometer dan heart rate sensor dan mekanik yang sederhana sehingga mampu meringankan biaya pengeluaran jika dibandingkan dengan system transmisi gear elektronik yang dijual di took. Electric derailleur ini digunakan untuk memonitoring tinkat kelelahan pengendara sepeda. Selain itu , tekanan pada pedal juga ikut berpengaruh pada kondisi kelelahan pengendara. Dengan nilai force max (F_max) 132,906 N dan F_min sekitar 33,085N, dapat dijadikan parameter tingkat kelelahan sehingga system ini mampu berjalan dengan baik

[DOWNLOAD ABSTRACT]