Author : Agus Setyawan   , Endro Wahjono, Epyk Sunarno
ABSTRAK

Pada saat ini banyak petani rumput laut di Indonesia yang menggunakan cara konvensional dalam pengeringan hasil pasca panen. Kadar air rumput laut (pasca dipanen) sekitar 50-63%. Rumput laut perlu dikeringkan hingga mencapai kadar air sekitar 15-20% untuk jenis Gracilaria SP. Dalam perancangan pengering rumput laut buatan ini digunakan heater dan blower fan sebagai sumber pemanas untuk mengatur kadar air pada rumput laut, untuk menjaga agar suhu dalam ruangan dalam pengering rumput laut tetap konstan sesuai set point 80o celcius maka digunakan dengan cara mengatur tegangan pada elemen pemanas menggunakan tengangan keluaran AC to AC Converter bergantung pada sudut penyulutan yang dibangkitkan rangkaian IC TCA. Besarnya sudut penyulutan diatur dengan tegangan kontrol yang dibangkitkan oleh DAC R/2R Leader yang yang mengkonversi data digital yang dikeluarkan mikrokontroler menjadi tegangan analog. Serta digunakan LCD karakter (16x2) yang berfungsi menampilkan kondisi suhu di dalam ruang pengering. Untuk menjaga agar suhu dalam ruangan dalam pengering rumput laut tetap konstan sesuai set point 80o celcius maka digunakan dengan cara mengatur tegangan pada elemen pemanas menggunakan pengontrolan logika PID berbasis mikrokontroller ATMega16 dan mendapatkan hasil sesuai standar SNI 15%-20% dengan kadar air berkurang sampai 18% memerlukan waktu 205 menit dan laju pengeringan 3,34% perjam dibanding pengering konvensional.

[DOWNLOAD ABSTRACT]