Author : Mentari Putri Jati   , Novie Ayub Windarko, Epyk Sunarno
ABSTRAK

Baru – baru ini, banyak terjadi pelanggaran di wilayah perairan yang kita tahu bahwa 2/3 wilayah Indonesia terdiri dari lautan. Untuk menganggulangi yakni dengan memaksimalkan keefektifan pengawasan laut. Sarana utama pengawasan laut berupa kapal sangat berperan dalam proses pemantauan daerah peairan. Kapal dengan dikendalikan program dapat membantu pengawasan laut yang dilakukan. Pada sistem ini, dengan menambahkan alat pengindra maka kapal dapat mendeteksi adanya halangan di sekitar kapal. Alat tersebut berupa sensor jarak yang mengirimkan sinyal masukan ke mikrokontroler untuk menentukan pergerakan kapal. Pergerakan tergantung dari penggerak elektrik kapal berupa motor dc. Terdapat 2 motor dc yaitu motor dc 12 volt sebagai penggerak propeler dan motor servo sebagai penggerak ruder kapal. Metode yang sering digunakan untuk mengatur putaran motor dc adalah Pulse Width Modulation (PWM). Sinyal PWM menentukan putaran motor propeler. Sedangkan motor servo mendapat sinyal triger 0,6-2 ms agar dapat membentuk sudut 0-180 ̊ . Jika halangan di sebelah kanan kapal berjarak kurang dari 50 cm maka sensor mengirim pulsa output melalui pin data echo ke mikrokontroler untuk menggerakkan motor servo 135 ̊ agar kapal bergerak serong kiri dan jika halangan di sebelah kiri kapal berjarak kurang dari 50 cm maka motor servo diatur menjadi 45 ̊ agar kapal bergerak serong kanan. Jika halangan di depan kapal maka motor propeler mengurangi kecepatan. Sehingga kapal bergerak menghindari halangan mencegah tabrakan.

[DOWNLOAD ABSTRACT]