Author : Robbi Auzikni Anaskur   , Eru Puspita, Ali Husein Alasiry
ABSTRAK

Sensor kapasitif konvensional menggunakan single frequency sensing sehingga hanya dapat mendeteksi ada tidaknya sentuhan manusia pada objek. Dengan menggunakan metode yang dinamakan Swept Frequency Capacitive Sensing (SFCS)[2] dimungkinkan pendeteksian interaksi manusia yang lebih bervariasi hanya dengan menggunakan satu elektroda. Metode tersebut menggunakan multiple frequency sensing dimana respon dari tiap-tiap frekuensi bersifat unik sehingga interaksi manusia dapat dideteksi tidak hanya pada ada tidaknya sentuhan manusia, akan tetapi juga pada bentuk sentuhan manusia semisal sentuhan satu jari dan lima jari. Metode capacitive sensing di atas diterapkan dalam membuat modul capacitive sensing dengan menggunakan mikrokontroller ATmega328 yang dikombinasikan dengan wave generator dan operational amplifier. Profil data hasil sensing SFCS tersebut dikenali menggunakan metode Euclidean Distance yang dikombinasikan dengan K-Nearest Neighbors (KNN). Metode pengenalan tersebut diproses oleh mikrokontroller ATmega1284P yang tersambung pada modul capacitive sensing. Sebagai aplikasinya alat digunakan sebagai kunci kombinasi, dimana dalam membuka kunci kombinasi diperlukan kombinasi jenis sentuhan yang tepat. Apabila didapatkan sentuhan yang tepat, maka alat akan membuka kunci solenoid sehingga kunci akan terbuka. Berdasarkan pengujian terhadap beberapa subjek, persentase ketepatan alat dalam mendeteksi jenis sentuhan menggunakan Euclidean Distance dan KNN mencapai 95% dan keberhasilan subjek test dalam membuka kunci kombinasi mencapai 88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode capacitive sensing menggunakan SFCS yang digabungkan dengan metode pengenalan pola dapat digunakan untuk mendeteksi interaksi manusia pada sebuah objek.

[DOWNLOAD ABSTRACT]