Author : Septa Ari Susetyo   , Legowo Sulistijono, Santi Anggraeni
ABSTRAK

Sepatu kulit sering menimbulkan aroma yang tidak sedap setelah digunakan karena lembab dan bercampur keringat, Apalagi jika sepatu sering digunakan selama berhari-hari meskipun sudah mengenakan kaos kaki. Aroma tidak sedap disebabkan oleh bromhidrosis dan hyperhidrosis. Bromhidrosis merupakan sekelompok bakteri di tubuh yang menimbulkan aroma tidak sedap. Sedangkan hiperdrosis merupakan keringat berlebih. Di kaki kita terdapat lebih dari 250.000 kelenjar keringat yang menghasilkan 570 ml keringat setiap harinya. Jika bakteri dan keringat tersebut bercampur maka akan menghasilkan isovaleric acid. Isovaleric acid merupakan zat yang beraroma tidak sedap. Pada alat ini menggunakan radiasi sinar UV-C yang dapat menghancurkan kehidupan biologis bakteri. Digunakan sensor LDR untuk mendeteksi keadaan gelap maupun terang sebagai pengaman, jika dalam keadaan terang maka alat tidak berkerja. DHT11 akan membaca suhu dan kelembaban yang nantinya digunakan sebagai acuan lamanya proses penyinaran. Saat penyinaran selesai, buzzer akan berbunyi sebagai indikator disertai informasi yang tertera pada display LCD 16x2.Variasi metode ini mengacu pada kebutuhan masyarakat terutama di kalangan perkantoran dan olahragawan. Untuk mengukur suhu dan kelembapan hingga stabil di dalam sepatu membutuhkan waktu selama 124 detik. Waktu yang diperlukan untuk penyinaran pada suhu 20oC sampai 32oC adalah 15 menit. Tingkat keakuratan dari sensor DHT11 dalam pengukuran suhu dan kelembapan adalah 96,2% . Rata – rata pembacaan sensor LDR >4Vdc dalam keadan gelap dan <2Vdc dalam keadaan terang. Sterilisasi bakteri mencapai 98,6%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]