Author : Vita Kusuma   , Okkie Puspitorini, Rini Satiti
ABSTRAK

Stasiun radio FM di Indonesia jumlahnya bertambah banyak sehingga membuat spasi kanal frekuensi radio di Indonesia semakin menipis. Hal ini dikarenakan pada radio analog FM, setiap satu spasi kanal frekuensi FM dapat dipakai oleh satu stasiun radio FM saja. Oleh karena itu, pengalihan teknologi radio analog menjadi radio digital dapat menjadi solusi yang baik untuk keterbatasan lebar kanal frekuensi ini. Teknologi tersebut dikenal dengan sebutan sebagai teknologi T-DAB (Terestrial Digital Audio Broadcasting). T-DAB (Terestrial Digital Audio Broadcasting) adalah sebuah teknologi radio masa depan yang menggunakan konsep digital dalam hal transmisi sinyal radionya. T-DAB telah terstandarisasi secara internasional dengan sebutan Eureka 147. T-DAB dirancang khusus sebagai penyiaran untuk mobile receiver yang memiliki interval frekuensi 30 MHz hingga 3 GHz. Interval tersebut merupakan interval frekuensi yang berada pada band III VHF (Very High Frequency). Perancangan penggunaan mode T-DAB merupakan langkah awal dari penerapan T-DAB di Indonesia. Perancangan dilakukan dengan menganalisa parameter-parameter yang dijadikan landasan dalam menentukan mode yang cocok untuk diimplementasikan di Indonesia, dimana dalam perancangan mode dihasilkan mode I adalah mode yang cocok untuk diaplikasikan di Indonesia karena jarak antar transmitter yang dapat di jangkau dengan jaringan SFN sebesar 73,8 km dengan penggunaan ERP sekitar 0,5 KW

[DOWNLOAD ABSTRACT]