Author : Fajar Rukmo Anggoro   , Hendik Eko HS, Suryono
ABSTRAK

Perkembangan kendaraaan tenaga listrik mulai berkembang sebagai sarana transportasi alternatif yang menjanjikan, namun hambatan dalam pengisian baterai menjadi masalah utama bagi penggunanya. Solusi untuk permasalahan ini adalah merancang dan membuat stasiun pengisian baterai kendaraan listrik yang mampu mengisi baterai dengan tegangan 12v, 24v dan 36v menggunakan DC-DC Converter (Buck-Boost). Selain itu terdapat dua mode charging, yaitu slow charge dengan arus maksimal 1A dan fast charge dengan arus maksimal 3A. Pada Proyek Akhir ini digunakan dua sumber tegangan, PLN dan aki. Saat PLN mati sumber akan beralih ke aki menggunakan relay auto switch. Tegangan keluaran pada rangkaian Buck-boost Converter disesuaikan dengan besarnya nilai tegangan yang dipilih melalui keypad yang ditampilkan pada LCD. Besar arus yang masuk ke beban nilai maksimum bergantung pada pemilihan mode charge. Nilai tegangan keluaran pada rangkaian Buck-Boost Converter tergantung dari besarnya nilai duty-cycle pada PWM yang diberikan mikrokontroller, nilai ini diperoleh dari hasil perhitungan pada program kontrol dengan feedback dari sensor arus dan tegangan. Kontrol pada sistem ini menggunakan kontrol Proporsional. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa slow charge membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan fast charge. Dari hasil pengujian didapatkan rata-rata efisiensi sebesar 81.88%, nilai efisiensi ini akan membantu menentukan harga dari jasa charging. Dimana setelah dihitung didapatkan nilai Rp 1978/kWh.

[DOWNLOAD ABSTRACT]