Author : SAHAM   , Endro Wahjono
ABSTRAK

Kontinuitas dan keandalan merupakan faktor yang sangat dibutuhkan dalam sistem kelistrikan pada umumnya. Disini peran koordinasi sistem proteksi sangat penting untuk menjamin kontinuitas dan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik. Untuk meningkatkan keandalan sistem ketenagaan kelistrikan saat ini, maka sensitifitas peralatan pengamannya perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan dengan menganalisa setting dan koordinasi rele pengaman arus lebih dan auto syncron beban secara parallel. Dalam melakukan analisa setting rele beban arus lebih pengaman perlu diperhatikan besar aruspada masing-masing kapasitas trafo terhadap beban, kapasitas daya beban, arus beban penuhnya serta selain itu juga harus memperhatikan karakteristik serta pemasangan peralatan pengaman terpasang. Dari perancangan proyek akhir ini didapat data dari hasil pengujian system. Pengujian pada feeder 1 beban 1 fasa dengan Iset= 1A, arus yang melewati beban sebesar 1,25A maka terjadi trip alat selama 12,35 detik dan secara teori trip selama 10,35 detik, persentase error sebesar 45%. Pengujian feeder 3 beban 3 fasa dengan Iset=1A, arus yang melewati beban feeder 3 sebesar 1,34A maka terjadi trip alat selama 10,33 detik dan secara teori trip selama 7,32 detik, dengan persentase error sebesar 29%. Pengujian ke dua pada feeder 3 dengan arus yang melewati beban sebesar 4,34 terjadi trip alat 2,26 detik, dan secara teori trip selama 1,27 detik dengan persentase error sebesar 43% . Pengujian Feeder 4 ketika pengujian Iset = 3A besar arus yang lewat pada beban 3,35A terjadi trip alat selama 20,33 detik, dan secara teori trip sealam 17,42 detik, persentase error sebesar18 %. Pengujian ke dua feeder 4 dengan arus yang melewati beban sebesar 4,45A terjadi trip alat selama 5,67 detik dan secara teori trip selama 4,84detik dengan persentase error sebesar 17%.

[DOWNLOAD ABSTRACT]