Author : Robbah Hasan   , Dedid Cahya Happyanto
ABSTRAK

Dewasa ini perkembangan sebuah sistem keamanan dan kenyamanan terus digencarkan tidak terkecuali dalam mengendarai mobil, banyak hal yang dicakup untuk memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara salah satunya adalah pengaturan posisi lampu depan mobil. Dengan mengatur jarak jangkauan sorot dari lampu depan mobil saat mengendarainya, diharapkan pengemudi bisa mendapatkan penerangan jalan yang tepat dengan batasan – batasan masalah pengendara mengendarai mobil pada jalan datar. Dalam hal ini lampu akan mengikuti pergerakan kemudi ketika sedang berbelok dengan memanfaatkan sensor posisi berupa potensiometer linier yang terhubung pada poros kemudi. Sedangkan ketika mobil pada keadaan melewati polisi tidur atau pada keadaan beban berat bertumpu pada bagian belakang atau depan mobil sehingga mengakibatkan mobil miring maka lampu akan mengatur sorotan lampunya sesuai dengan jarak normal seperti saat mobil tidak miring, untuk itu digunakan sebuah sensor MPU6050 yaitu fusion sensor antara Accelerometer dengan Gyroscope. Data dari potensiometer linier berupa level tegangan yang dibaca Atmega16 oleh fitur ADC yang selanjutnya dikonversikan ke besaran sudut sesuai dengan besar sudut roda. Sedangkan MPU6050 memberikan data digital melalui komunikasi inter-intergrated communication (I2C). Adapun pembacaan data yang dilakukan oleh sensor MPU6050 memiliki perbedaan dengan sudut aktual berkisar 3 hingga 4 derajat. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan jarak uji jangkauan sorotan lampu lurus kedepan sepanjang 124 cm memiliki rata – rata presentasi eror sebesar 2,16%. Sedangkan Untuk pengujian pergerakan lampu terhadap arah horizontal memiliki selisih sudut antara lampu dengan roda rata – rata sebesar 2 derajat, dengan respon pergerakan lampu rata – rata adalah sebesar 0,883 detik.

[DOWNLOAD ABSTRACT]