Author : Indah Labibah   , Ira Prasetyaningrum, Wahjoe Tjatur Sesulihatien, Tri Harsono
ABSTRAK

Peningkatan jumlah korban demam berdarah dari tahun ke tahun hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, utamanya di kota Surabaya. Tujuan dari proyek akhir ini adalah melakukan suatu pendekatan baru untuk memvisualisasikan informasi perkembangan penyebaran demam berdarah di kota Surabaya dengan menggunakan ArcGIS Dekstop 10.1 dihubungkan dengan angka bebas jentik, jumlah penduduk dan faktor kepadatan penduduk pada tahun 2006 – 2011. Penelitian merupakan studi korelasi antar variabel terkait. Data primer yang digunakan merupakan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Analisis dilakukan dilakukan melalui pemetaan dengan menggunakan perangkat Sistem Informasi Geografis dan analisis hubungan korelasi dengan software SPSS. Selain itu juga dilakukan analisis statistik dengan uji korelasi untuk mendukung interpretasi peta. Secara spasial, kejadian Demam Berdarah berhubungan dengan jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan jumlah jentik positif. Perlu diperhatikan kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi pada tahun 2006 dan tahun 2007 yaitu kecamatan Tambaksari, sedangkan pada tahun 2008 kecamatan Tenggilis Mejoyo memiliki jumlah kasus tertinggi. Sementara pada tahun 2008 sampai 2011 kecamatan Sawahan merupakan kecamatan dengann jumlah kasus tertinggi. Hal ini signifikan dengan kepadatan penduduk dan jumlah jentik positif dalam kecamatan tersebut.

[DOWNLOAD ABSTRACT]